Kuntul Besar (Egretta alba) by Unsplash - William Foley.

Surga Burung Mangrove: Mengintip Keanekaragaman Hayati di Kaliwlingi Brebes

Hutan Mangrove Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah salah satu kawasan pesisir yang menyimpan kekayaan hayati luar biasa, khususnya bagi para pecinta burung. Kawasan ini menjadi habitat vital bagi berbagai jenis burung air dan burung hutan yang menarik. Berdasarkan hasil identifikasi, setidaknya belasan spesies burung ditemukan menghuni ekosistem mangrove yang unik ini.

Mengunjungi Hutan Mangrove Kaliwlingi Brebes menawarkan pengalaman ekowisata yang edukatif. Anda tidak hanya disuguhi pemandangan asri pohon mangrove, tetapi juga kesempatan untuk mengamati perilaku unik burung-burung yang hidup di sana.

Keanekaragaman Spesies Burung Mangrove Kaliwlingi

Berikut adalah beberapa spesies burung ikonik yang berhasil diidentifikasi di kawasan ini, dikelompokkan berdasarkan status konservasinya menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi:

1. Spesies Burung Dilindungi (Wajib Dijaga)

Spesies-spesies ini memiliki status konservasi DILINDUNGI dan menunjukkan pentingnya kawasan Brebes sebagai tempat perlindungan satwa langka:

  • Cangak Abu (Ardea cinerea) Burung berukuran besar (92 cm) yang mudah dikenali dari warna putih, abu-abu, dan hitamnya. Cangak Abu hidup menyendiri di air dangkal untuk berburu ikan. Penyebarannya umum di seluruh Sunda Besar pada habitat lahan basah, seringkali ditemukan dekat laut.
  • Kuntul Besar (Egretta alba) Dikenal sebagai kuntul putih yang jauh lebih besar (95 cm) dari jenis kuntul lain, memiliki paruh lebih berat dan leher bersimpul khas. Kuntul Besar berbiak di Pulau Jawa dan ditemukan hidup sendirian atau dalam kelompok kecil di sepanjang gosong lumpur, sawah, atau hutan mangrove.
  • Ibis Rokoroko (Plegadis falcinellus) Burung berukuran agak kecil (60 cm) dengan warna merah coklat kehitaman mengilap. Ibis Rokoroko hidup dalam kelompok kecil, bergerak maju perlahan, dan menusuk-nusuk lumpur dengan paruhnya yang panjang untuk mencari makan. Populasinya di Jawa tidak umum dan terbatas di dataran rendah.
  • Cerek Jawa (Charadrius javanicus) Spesies burung kecil (15 cm) berparuh pendek yang merupakan satwa endemik di Jawa. Penghuni tetap di pesisir Jawa (termasuk Kangean dan Madura).
  • Bubut Jawa (Centropus nigrorufus) Bubut Jawa berukuran besar (46 cm), berwarna hitam mengilap ungu, kecuali sayapnya yang merah karat. Spesies ini juga endemik di Jawa dan rentan, terbatas di hutan mangrove dan vegetasi rawa di pesisir Jawa.

2. Spesies Burung Tidak Dilindungi (Indikator Kesehatan Ekosistem)

Spesies-spesies ini menunjukkan ekosistem mangrove yang masih sehat dan menyediakan sumber makanan yang melimpah:

  • Blekak Sawah (Ardeola speciosa) Burung kecil (45 cm) yang hidup di sawah atau daerah berair lainnya. Di Jawa dan Bali, spesies ini masih agak umum dijumpai di daerah rawa tawar.
  • Kokokan Laut (Butorides striatus) Berukuran kecil (45 cm), berwarna abu-abu gelap dengan mahkota hitam kehijauan mengilap. Kokokan Laut tersebar sangat luas di dunia.
  • Raja Udang Biru (Alcedo coerulescens) Burung berukuran sangat kecil (18 cm) berwarna biru dan putih. Burung penetap yang umum terdapat di rawa pesisir, muara sungai, dan hutan mangrove. Kebiasaan burung ini adalah bertengger pada pohon di pinggir aliran air kecil.
  • Remetuk Laut (Gerygone sulphurea) Burung yang sangat kecil (9 cm), memiliki perut kuning cerah dan kekang putih khas. Remetuk Laut sering mengunjungi semak-semak tepi pantai dan hutan mangrove.

Pentingnya Konservasi Mangrove Brebes

Kehadiran berbagai jenis burung, termasuk spesies endemik seperti Cerek Jawa dan Bubut Jawa, membuktikan bahwa Hutan Mangrove Kaliwlingi adalah ekosistem yang krusial. Melestarikan kawasan mangrove ini sama dengan melestarikan rumah bagi satwa-satwa unik dan dilindungi, menjadikannya destinasi yang wajib dijaga untuk masa depan konservasi burung di Indonesia.

Scroll to Top