Kabupaten Brebes menyimpan ekosistem mangrove Brebes yang luas dan vital, menjadi rumah bagi total 26 spesies mangrove yang terbagi dalam komponen mayor, minor, dan asosiasi. Namun, kekayaan vegetasi ini berada di bawah ancaman serius dari abrasi pesisir Brebes , yang tercatat mencapai 1418,42 Ha antara tahun 1999 hingga 2015, jauh melampaui akresi (668,73 Ha).
Tingginya angka abrasi ini tidak hanya dipengaruhi oleh substrat pantai berlumpur dan labil, tetapi juga diperparah oleh perusakan vegetasi mangrove Brebes akibat pembukaan lahan untuk tambak udang windu. Oleh karena itu, penelitian ini menyajikan data komprehensif mengenai spesies mangrove yang ditemukan dan sekaligus menawarkan solusi konkret melalui rencana rehabilitasi mangrove.
Kajian rencana kehutanan pengelolaan mangrove ini berfokus pada tiga desa pesisir: Randusanga Wetan, Randusanga Kulon, dan Kaliwlingi. Hasil penelitian ini menyingkap kekayaan vegetasi mangrove Brebes serta tantangan utama yang dihadapi pesisir, yaitu abrasi pesisir Brebes.
Komposisi Vegetasi Mangrove Brebes: 26 Spesies Ditemukan
Survei dan identifikasi telah mengonfirmasi bahwa total 26 spesies mangrove tersebar di kawasan pesisir Kabupaten Brebes. Spesies ini dikelompokkan menjadi tiga komponen utama:
- Komponen Mayor:
- Rhizophora mucronata, R. apiculata, R. stylosa (Bakau)
- Avicennia lanata, A. alba, A. marina, A. officinalis (Api-Api)
- Bruguiera gymnorrhiza (Lindur)
- Soneratia caseolaris, S. alba (Bogem)
- Acanthus ilicifolius (Jeruju) dan Acrostichum speciosum (Paku Laut)
- Komponen Minor:
- Excoecaria agallocha (Buta – buta)
- Xylocarpus granatum (Nyirih)
- Acrostichum aureum (Paku Laut)
- Komponen Asosiasi:
- Meliputi spesies seperti Terminalia catappa (Ketapang), Hibiscus tiliaceus (Waru), dan Ipomoea pes-caprae (Kangkung Laut).
Ancaman Utama: Abrasi Pesisir Brebes Jauh Lebih Besar dari Akresi
Analisis perubahan garis pantai menggunakan citra Landsat dari tahun 1999 hingga 2015 menunjukkan kondisi pesisir Brebes yang memprihatinkan.
- Abrasi (Erosi) Pesisir: 1418,42 Ha
- Akresi (Sedimentasi) Pesisir: 668,73 Ha
Angka ini menegaskan bahwa abrasi pesisir Brebes jauh lebih besar daripada akresi.
Penyebab Abrasi di Brebes:
- Karakteristik Pantai dan Gelombang: Pantai Brebes bertipe landai dengan substrat lumpur yang bersifat labil (mudah terpengaruh). Gelombang dapat menyebabkan mundurnya garis pantai (abrasi) dalam periode waktu yang panjang, terutama karena material lumpur yang terabrasi mudah terbawa oleh arus ke tempat lain.
- Kerusakan Ekosistem Mangrove: Pembukaan lahan skala besar untuk tambak udang windu di Kabupaten Brebes turut menjadi penyebab utama. Praktik ini merusak ekosistem mangrove yang berperan sebagai pelindung alami pantai untuk mencegah abrasi.
- Faktor Akresi: Penambahan sedimen (akresi) umumnya hanya terjadi di daerah muara sungai, yang membawa partikel sedimen dari hulu.
Solusi Strategis: Rencana Rehabilitasi Mangrove Brebes
Menghadapi tingkat abrasi yang tinggi, diperlukan tindakan segera melalui rehabilitasi mangrove. Peta Rencana Rehabilitasi Mangrove telah dibuat untuk menjadi rujukan kegiatan, mencakup estimasi luas lahan, jumlah, jenis bibit, dan pola tanam.
Rencana Rehabilitasi di Desa Kaliwlingi:
Salah satu lokasi rehabilitasi adalah Desa Kaliwlingi. Rencananya melibatkan penanaman bibit dengan perincian sebagai berikut:
- Luas Lahan: 56,5 ha
- Total Bibit: 56.500 bibit
- Jenis Bibit yang Ditanam:
- Api-api (Avicennia sp.): 28.250 bibit
- Bakau (Rhizophora sp.): 28.250 bibit
- Pola Jarak Tanam: 1 m x 1 m
Upaya rehabilitasi mangrove ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi perlindungan alami pantai dan mengurangi dampak abrasi pesisir Brebes di masa depan
