ASMARA BRUG – Fasilitas penunjang yang menghubungkan tracking di atas sungai ponggol. Nama asmara brug ini di ambil dari nama lokal brug yang berarti jembatan, dan asmara adalah perasaan cinta. Banyak wisatawan mengabadikan moment di atas jembatan bersama pasangan maupun keluarga tercinta.MENARA PANDANG – Fasilitas penunjang dalam tracking mangrove terdiri dari 3 menara pandang dengan ketinggian dan pemandangan yang berbeda. Dari ketinggian kita dapat menikmati hamparan hutan mangrove, laut Jawa, dan pegunungan Slamet dan Cerimai.IKAN GLODOG – Ekosistem mangrove yang baik akan menjadi rumah fauna yang baik. Ikan glodog (periopthalmus) menjadi maskot desa wisata Mangrove Pandansari.SPEED BOAT (BANANA BOAT) – Keseruan bermain di atas perairan dengan menikmati wahana air berupa speed boat dan banana boat memacu andrenalin .
2. AKTIFITAS MASYARAKAT LOKAL
BATIK PEWARNA ALAMI – Kegiatan masyarakat lokal warisan leluhur berupa proses pembuatan batik menggunakan pewarna alami. Batik ini ramah lingkungan karena proses pewarnaanya. Pewarna alam didapatkan dari flora di sekeliling rumah.GARAM PEREBUSAN – Aktifitas leluhur yang diwariskan kepada masyarakat ini masih terus dijaga dan dilakukan oleh masyarakat. Pembuatan garam dengan metode perebusan ini sebelumnya harus melakukan berbagai tahapan, hingga pemasakan dan pemanenan. Aktifitas yang di tawarkan akan lebih menarik karena kekhasan lokal ini menambah kekayaan budaya Indonesia. BUDIDAYA KEPITING SOKA – Letak geografis desa wisata mangrove Pandansari berada di daerah pesisir utara laut Jawa. Kondisi perairan yang sangat luas ini di manfaatkan masyarakat sekitar untuk melakukan budidaya kepiting cangkang lunak. Proses moulting yang dilakukan oeh kepiting ini dimanfaatkan pembudidaya untuk dipanen. Kegiatan pembudidaya ini menawarkan bagaimana belajar budidaya perairan.PANEN BANDENG – Proses pemanenan yang dilakukan dalam budidaya bandeng ini menawarkan aktifitas menangkap ikan bandeng di tambak bersama-sama menggunakan jaring ditarik dari ujung lokasi ke lokasi lain. Tantanganya tentu menarik bagaimana kita harus menangkap ikan bandeng menggunakan tangan dan jaring. BANDENG CABUT DURI – Ikan bandeng merupakan komoditas yang banyak diminati di pasar. Beberapa orang menyukai dagingnya yang gurih, beberapa orang lainnya tidak menyukai karena banyak durinya. Proses menyabut duri bandeng satu persatu menjadi aktifitas menarik karena tidak ada di desa wisata dimanapun. Proses ini menjadikan bandeng tanpa duri dengan ukuran 1 kg 1 sampai 2 ekor.
3. BUDAYA LOKAL MASYARAKAT
TARI DEWI MANGROVE SARI – Tarian yang diciptakan untuk mengenalkan bagaimana sejarah kampung dari berbagai tragedi yang menimpa masyarakat, dari mulai sejahteranya masyarakat di era udang windu pada tahun 1982, sampai adanya tekanan alam berupa bencana abrasi, tekanan ekonomi karena dampak dari adanya banjir air rob hingga masyarakat bangkit dan mampu menghijaukan kembali pesisir dengan proses penanamnya, tari ini di tampilkan di berbagai acara penting. TARI SINTREN – Tarian masyarakat pesisir yang berada di daerah pantai utara jawa dari Kab Indramayu hingga Kab Kendal. Tarian ini menceritakan kasih sayang yang diaplikasikan dengan tarian. Penari ini sebelum melakukan tarian satu harinya akan melakukan beberapa ritual, seperti puasa, dan penari tidak boleh yang sudah kena haid. Penari dimasukkan ke kurungan ayam jago dengan tangannya diikat. Setelah 15 menit penari akan berubah pakian, dan akan menari sesuai irama music tradisional pesisiran.RONGGENG PESISIRAN – Tarian jaipongan ini khusus untuk menyambut tamu rombongan atau lebih dikenal dengan welcome dance.
4. FASILITAS DESA WISATA
JOGLO MANGROVE – Ruangan bernuansa alam ini cocok sebagai tempat untuk rembug desa atau musyawarah masyarakat. Tempat ini kini sering menjadi tempat acara rapat instasi, merayakan ulang tahun, dan menyambut tamu penting dalam berbagai acara. Kapasitasnya di bawah 70 orang.SEKOLAH ALAM – Proses pembelajaran yang tidak memakai kurikulum, pengajar/guru, dan tidak harus selalu ada siswa ini menjadikan tempat ini menjadi rumah bagi semua orang yang mau berbagi cerita dan belajar bersama. Mereka datang untuk melakukan diskusi dan belajar mengenal lebih dekat dengan alam. Tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh berbagai pelajar di setiap mendekati hari libur.SANGGAR PERAK – Sanggar ini berdiri guna menjadi wadah bagi semua aktifitas masyarakat dalam menuangkan seninya: tari- tarian, acara besar/nikahan, dan bahkan menjadi wahana permainan Rakyat. Sanggar ini selalu ramai sore hari karena ada aktifitas permainan tradisional dan kegiatan menari.
5. MAKANAN KHAS
ANGLUR – Makanan tradisional dari bahan utama manggrove pendamping ini menjadi makanan khas pesisiran. Disajikan sebagai urab anglur atau yang lebih akrab dikenal makanan sayur dari dedaunan dimasak dengan penambahan kelapa, dicampur bumbu tradisional dan disajikan sebagai makanan pendamping.
6. EVENT
FESTIVAL PESISIR PANDANSARI – Event tahunan yang di adakan setiap tahun ini mengangkat berbagai macam kearifan lokal, dari kegiatan perkemahan jambore mangrove, keliling kampung, mengarak sedekah bumi, dan mengawal dewi mangrove menuju ke pulau pasir, budaya sintren serta tarian dewi mangrove selalu menjadi penampilan yang di tunggu, Bulan April selalu menjadi penantian bagi wisatawan karena bulan ini di lakukannya Festival Pesisir PandansariHOMESTAY – Penginapan dengan nuansa sederhana menjadikan salah satu unsur yang harus terpenuhi di dalam desa wisata. Dewi Mangrovesari memiliki 15 Rumah dengan 30 Kamar. basis homestay adalah tidur dengan masyarakat dan menjalankan aktifitas di rumah masyarakat.