Video animasi berjudul “Animasi Desain Pengembangan Mangrove Pandansari Brebes” ini memvisualisasikan tahap perencanaan untuk mengubah kawasan pesisir Brebes menjadi destinasi ekowisata yang berkelanjutan. Rencana pengembangan ini bukan sekadar pembangunan tempat wisata, melainkan sebuah inisiatif penyelamatan lingkungan yang digerakkan oleh semangat masyarakat lokal.
Di balik proyek ini, berdiri tegak Kelompok Masyarakat Pelestari Hutan Pesisir (KMPHP) Mangrove Sari. Kelompok yang berlokasi di Desa Kaliwlingi, Brebes, ini telah menjadi garda terdepan dalam upaya rehabilitasi dan pelestarian hutan mangrove sejak tahun 2004, mengubah bencana abrasi menjadi berkah ekonomi sirkular.
Dari Ancaman Abrasi Menuju Berkah Ekowisata
Kawasan pesisir Brebes, khususnya di Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, sempat menghadapi ancaman abrasi parah yang disebabkan alih fungsi lahan. Namun, berkat kerja keras dan konsistensi KMPHP Mangrove Sari, penanaman jutaan bibit mangrove telah berhasil memulihkan ekosistem.
Upaya konservasi ini kemudian dikembangkan menjadi konsep Ekowisata Pandansari Brebes yang dikenal juga sebagai Desa Wisata Dewi Mangrove Sari. Konsep ekowisata ini bertujuan untuk melindungi lingkungan sambil memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat setempat.
Ekowisata Hutan Mangrove Pandansari menawarkan pengalaman unik yang menggabungkan edukasi konservasi dengan rekreasi alam. Pengunjung dapat menikmati:
- Trekking Mangrove: Menjelajahi rimbunnya hutan melalui jembatan dan tracking yang disediakan, seperti jembatan Asmara Brug.
- Edukasi Konservasi: Melihat langsung 26 jenis tanaman mangrove yang berhasil diidentifikasi dan habitat bagi puluhan jenis ikan serta burung.
- Wisata Air: Wahana air dan perahu untuk menikmati pemandangan alam dari sungai.
Pilar Ekonomi Lokal: Paket Wisata dan Produk Olahan Unggulan
Aspek terpenting dari pengembangan Ekowisata Pandansari Brebes adalah dampak positifnya terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Model bisnis yang dijalankan oleh KMPHP Mangrove Sari berfokus pada dua pilar utama:
1. Penjualan Paket Wisata
Pengelolaan wisata, mulai dari pemandu, penyewaan perahu, hingga layanan di lokasi, sepenuhnya melibatkan anggota masyarakat. Hal ini menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan penduduk desa. Desa Wisata Mangrove Pandansari bahkan pernah masuk dalam 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, menunjukkan pengakuan atas potensi dan pengelolaannya.
2. Produk-Produk Olahan Hasil Hutan dan Tambak
Inovasi masyarakat di sekitar Mangrove Sari berhasil mengubah hasil alam menjadi produk-produk bernilai jual tinggi. Ini merupakan bagian penting dari konsep pembangunan yang pro-poor, pro-job, dan pro-growth. Beberapa produk unggulan yang telah dikembangkan antara lain:
- Batik Mangrove: Pewarna alami yang diambil dari bagian tanaman mangrove, menciptakan motif-motif pesisir yang unik dan ramah lingkungan. Produk ini menjadi suvenir khas dari Brebes.
- Olahan Pangan Fungsional: Pemanfaatan buah mangrove, seperti pedada, yang diolah menjadi makanan seperti permen jelly atau bahan-bahan lain yang bernilai gizi.
- Budidaya Perikanan Berkelanjutan: Pemanfaatan ekosistem tambak yang dipelihara dengan prinsip berkelanjutan, termasuk budidaya kepiting soka.
Visi Pengembangan Berkelanjutan
Video animasi yang disajikan oleh KMPHP Mangrove Sari memperlihatkan keseriusan dalam merencanakan masa depan ekowisata hutan mangrove ini. Pengembangan dilakukan dengan pendekatan holistik dan berkelanjutan, memastikan bahwa keuntungan ekonomi tidak mengorbankan fungsi konservasi hutan.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi (seperti penelitian dari UGM dan Undip tentang strategi pengembangan ekowisata berkelanjutan), hingga lembaga konservasi, menjadi kunci sukses. Upaya ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang kuat, kawasan pesisir Brebes dapat bangkit dari keterpurukan lingkungan, menjadi percontohan konservasi dan pemberdayaan masyarakat melalui ekowisata.
Melalui pengembangan yang terencana, Ekowisata Pandansari Brebes siap menjadi destinasi wisata edukasi unggulan, melestarikan mangrove, sekaligus menjamin kesejahteraan bagi komunitas lokal yang gigih menjaganya.