Mangrove Sari Kaliwlingi Brebes: Aksi Nyata Konservasi Mangrove dan Mitigasi Bencana di Muara Sungai Pemali

Mangrove Sari Kaliwlingi Brebes bukan sekadar kelompok pelestari lingkungan biasa. Komunitas yang berlokasi di Kaliwlingi, Brebes, ini telah menjadi garda terdepan dalam upaya konservasi mangrove dan pengelolaan sumber daya air. Dedikasi dan kontribusi mereka diakui secara luas, terbukti dengan keberhasilan meraih Juara 1 dalam Lomba Komunitas Peduli Sungai Tingkat Balai PSDA Pemali Comal pada tahun 2020.

Komitmen Konservasi dan Rehabilitasi Ekosistem

Sejak tahun 2005 hingga kini, Mangrove Sari konsisten melaksanakan penanaman mangrove secara swadaya dan kolaboratif di Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Sungai Beting, Sungai Cogo, dan wilayah Muara Pemali. Upaya penanaman masif ini merupakan langkah konkret rehabilitasi ekosistem pesisir guna mencegah dan meminimalisir dampak abrasi yang masif. Selain penanaman, kelompok ini aktif memantau ekosistem, melakukan evakuasi penyu yang terdampar akibat banjir rob, hingga memungut sampah yang terbawa arus dari Kali Pemali.

Peran Vital dalam Mitigasi Bencana Air

Salah satu fokus utama Mangrove Sari adalah mitigasi bencana Sungai Pemali. Kelompok ini mengambil inisiatif signifikan untuk memitigasi risiko banjir dan kerusakan tanggul di wilayah hilir. Pada Januari 2021, mereka secara swadaya menyewa jasa eskavator untuk menormalisasi Muara Pemali dan Sungai Ponggol. Aksi ini juga mencakup pembukaan tiga anak Sungai Pemali (Sungai Rusjan, Sungai Hadi, dan Sungai Kamid). Normalisasi ini krusial untuk mencegah penyumbatan arus air di muara, yang dapat menyebabkan luapan sungai dan tanggul jebol seperti yang pernah terjadi di Desa Sidamulya dan Terlangu.

Selain upaya besar ini, mereka rutin:

  • Melakukan monitoring debit air Kali Pemali dari hulu ke hilir untuk kesiapsiagaan dan antisipasi banjir.
  • Mengawasi pengendalian aliran sungai di Sungai Ponggol melalui pintu air untuk mengatur debit air ke area pertanian.
  • Membangun pagar pelindung dari bambu bersama masyarakat di area kritis Pematang Sungai Beting guna mengantisipasi kikisan akibat air pasang laut tinggi dan gelombang dari perahu nelayan.

Sinergi, Edukasi, dan Kesiapsiagaan

Aktivitas Mangrove Sari tidak hanya terbatas pada kegiatan lapangan. Mereka aktif berpartisipasi dalam kerangka kerja formal dan edukatif, termasuk:

  • Menghadiri Rapat Pengukuhan Dewan Sumber Daya Air dan Rapat Koordinasi di Balai PSDA Pemali Comal.
  • Menjadi peserta dalam Kongres Sungai Indonesia di Banjarmasin.
  • Bekerja sama dengan Basarnas, POLAIRUD, dan POLRES Brebes untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam ruang lingkup wilayah perairan, termasuk latihan gabungan penyelamatan dan sosialisasi larangan penebangan pohon mangrove kepada nelayan.
  • Menjadi lokasi studi dan penelitian penting. Kawasan konservasi mangrove ini menarik perhatian akademisi dari dalam negeri (seperti UGM, Undip) dan luar negeri (seperti dari Australia, Amerika, dan Vietnam) untuk melakukan riset mengenai rehabilitasi ekosistem pesisir.

Melalui serangkaian aktivitas yang terstruktur dan kolaboratif, Mangrove Sari Kaliwlingi Brebes menunjukkan bahwa konservasi mangrove adalah tanggung jawab kolektif. Dari upaya mitigasi bencana Sungai Pemali yang masif hingga pengakuan sebagai Komunitas Peduli Sungai terbaik, Mangrove Sari terus menjadi inspirasi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air dan ekosistem pesisir.

Scroll to Top