Estuari merupakan ekosistem unik tempat bertemunya air tawar dan air laut. Salah satu wilayah yang menunjukkan kekayaan hayati luar biasa adalah Estuari Pemali di Brebes, Jawa Tengah. Tingginya keanekaragaman ikan Estuari Pemali menjadikannya lokasi penting untuk studi ekologi maupun perikanan. Kehidupan di sini dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang dinamis, seperti perubahan salinitas, suhu, dan pH.
Ikan Adaptif dan Penghuni Air Payau Sejati
Estuari adalah habitat bagi banyak jenis ikan air payau yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi. Salah satu contoh utamanya adalah Ikan Bandeng (Chanos chanos), yang merupakan komoditas budidaya air payau potensial dan digolongkan sebagai ikan euryhaline karena mampu mentolerir salinitas perairan yang luas. Ikan Bandeng memiliki ciri khas tidak bergigi dan memakan tumbuh-tumbuhan dasar laut.
Selain itu, ditemukan pula ikan dari Famili Bagridae, yaitu Mystus gulio, yang dikenal karena kemampuannya untuk hidup di berbagai kondisi lingkungan, termasuk perbedaan salinitas air. Ikan ini tidak bersisik dan memiliki empat pasang sungut. Spesies lain dari famili perikanan penting termasuk Ikan Selar (Carangoides praeustus) dan Ikan Daun Bambu (Scomberoides tol) yang terdistribusi di perairan tropis Indo-Pasifik Barat.
Keunikan Ikan Gelodok dan Penghuni Dasar
Kekayaan Estuari Pemali juga didukung oleh spesies yang hidup di substrat berlumpur dan sekitar ekosistem mangrove, seperti Ikan Gelodok (Boleophthalmus boddarti). Ikan gelodok menghabiskan banyak waktu untuk berendam di lumpur, melompat, dan umumnya bersembunyi di lubang sarangnya saat air pasang untuk menghindari predator.
Menariknya, kelimpahan dan distribusi Ikan Gelodok dapat bertindak sebagai indikator langsung untuk kesuburan mangrove, dengan cara memangsa krustasea serta ganggang yang tumbuh di lumpur. Selain itu, ada juga Ikan Lontok (Ophiocara porocephala) yang hidup di ekosistem mangrove dan Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus), yang merupakan komoditas air tawar namun mampu beradaptasi di lingkungan ini. Kelompok Ikan Lidah (Cynoglossus spp.) juga merupakan penghuni dasar (bentik) yang ditemukan di sini.
Keberadaan beragam jenis ikan, mulai dari ikan konsumsi populer hingga spesies adaptif seperti ikan euryhaline dan ikan demersal, menegaskan pentingnya konservasi ekosistem di Estuari Brebes Jawa Tengah. Konservasi habitat, terutama hutan bakau dan perairan muara, sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya ikan yang vital ini.
